Bukit Sentuai Terbanyak Desa Tertinggal

Di posting oleh Admin IOS pada 08:28 AM, 25-Jul-13

pemukimankumuh.jpg KECAMATAN Bukit Santuai ternyata merupakan kecamatan yang paling banyak memiliki desa tertinggal di Kabupaten Kotawaringin Timur yakni sebanyak 11 desa tertinggal di kecamatan tersebut. Kepala Badan Pemberdaya-an Masyarakat dan Pemerintah Desa Kabupaten Kotim, Redy Setiawan mengatakan, dari 17 kecamatan yang ada, terdapat 24 desa tertinggal dienam kecamatan yang umumnya jauh dari pusat kota. Kecamatan Bukit Santuai merupakan kecamatan dengan desa tertinggal paling banyak. “Paling banyak desa tertinggal ada di Kecamatan Bukit Santuai. Ini perlu mendapat perhatian kita bersama untuk menanggulanginya supaya mandiri dan maju. Tentu ini akan terus diupayakan agar desa-desa itu ke luar dari status tertinggal,” katanya. Jumlah desa tertinggal di Bukit Santuai hampir separuh dari total jumlah desa tertinggal yang ada di Kotim. Kondisi tersebut akan menjadi perhatian serius peme-rintah daerah. Berdasarkan data Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kotim, Kecamatan Bukit Santuai terdiri dari 14 desa. Dari jumlah tersebut, 11 desa di antaranya masuk kategori desa tertinggal. Ke-11 desa tertinggal itu adalah Tumbang Tilap, Tanah Haluan, Tumbang Sapia, Tumbang Getas, Tewai Hara, Tumbang Payang, Tumbang Kania, Tumbang Torung, Lunuk Bagantung, Tumbang Tawan, Tumbang Saluang. Hanya tiga desa yang masuk kategori desa maju yakni Tumbang Kaminting, Tumbang Penyahuan dan Tumbang Batu. Desa tertinggal lainnya ada di Kecamatan Mentaya Hulu yakni Desa Paharingan, Satiung, Tumbang Sapiri, Kapuk dan Pantap. Desa tertinggal dii Kecamatan Antang Kalang yakni Tumbang Hejan, Tumbang Ngahan dan Kuluk Telawang. Desa tertinggal di Kecamatan Cempaga Hulu meliputi Selucing dan Tumbang Koling. Desa tertinggal di Kecamatan Telaga Antang meliputi Rantau Suang dan Rantau Sawang, sedangkan desa tertinggal di Kecamatan Pulau Hanaut hanya ada satu yakni Desa Bantian. “Setelah kami evaluasi, kendala utama di desa-desa tertinggal tersebut adalah infrastruktur. Makanya penanganan desa tertinggal ini dilakukan bersama-sama tim sesuai bidang masing-masing. paling lambat 2015 tuntas. (Borneo News)

Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter

Komentar

Belum ada komentar. Tulislah komentar pertama!

Komentar Baru

[Masuk]
Nama:

Komentar:
(Beberapa Tag BBCode diperbolehkan)